31 Agustus 2009

Satu-Satu
Satu satu ...
Daun daun gugur
Satu satu ...
Kelopak mawar itu hancur
Kuamati dengan mataku, satu persatu
Kurasakan dengan hatiku, satu persatu
Kenapa mesti gugur, tanyaku ?
Kenapa, Mengapa harus hancur, gumamku ?
Satu satu ...
Kugerakkan langkahku
Mendekati mawar layu itu
Satu satu ...
Kualihkan langkahku
Mendekati mawar segar yang satu
Satu satu ...
Bola mataku berputar-putar
Menyimak seksama dua mawar itu
Hmmm ... gumamku
Aku tak ingin jadi mawar layu itu
Aku ingin jadi yang segar itu ...
-ncha-
pku 05.09.03

PUISI ....AKU

AKU ...


Aku adalah aku

Aku bukan dia atau kau

Aku ya aku ...

Tak bisa kau samakan ku

Dengan sgala yang ada padaku

Itulah aku ...

Mau begini mau begitu

Terserah aku

Tak bisa kau ganggu aku

Ini yang ku suka, mana kau tahu

Itu yang ku murka, kau tahu ?!!

Kau tak tahu

Karna kau bukan aku ...

Aku ya aku ...

Kau ya kau ...

Mengerti kan kau ...



-ncha-

19.09.2003




Super Mom ...

Fiuuh ...
Akhirnya kedua anak-anakku sudah terbuai dalam lelap tidur mereka. Hmmm...ekspresi lelah mereka nampak begitu polos, tidak berdosa. Si abang dan si adek ... kedua buah hati ku yang lucu-lucu ... oh nak, umi sayang kalian berdua ... duh, jadi nyesel hati ini kalau aku teringat saat-saat aku kehilangan kesabaran dalam mengasuh mereka. Sulit sekali menahan mulut ini untuk tidak mengomel dan berteriak ... menghentikan segala keusilan dan kenakalan mereka berdua. Si abang yang tidak mau mengalah dan si adek yang dengan kepolosannya selalu berusaha mengganggu si abang membuat suasana rumah tidak pernah sepi kecuali disaat-saat mereka tidur dan minum susu. emmm...minum susu, disini maksudnya ... mulut mereka terpaksa terkunci diam karena mereka sibuk mengenyot dot susu masing-masing ... jadi ya ...untuk sementara mereka berhasil kubuat diam .... :-)
Grook...grook...bunyi napas si abang yang sedang sakit batuk. Tadi seharian aku dibuat kesal olehnya, bagaimana tidak suara batuknya yang "heboh" mengharuskan si abang minum obat batuk tapi bukannya diminum eh malahan dimuntahkan ... Oh God ... Ya terpaksa aku marah ... Duh, nak ... umi marah bukan karena umi tidak sayang abang ... umi marah karena umi sayang abang ... umi mau abang minum obatnya bukan dimuntahkan biar abang cepat sembuh ...
Si adek ... mulai dari pagi hari sibuk membuat berantakan seluruh isi rak buku di ruang tengah ... Oh God ... Bagaimana rumah ini bisa rapi kalau adek berantakin terus .... berkali-kali aku susun kembali apa - apa yang sudah dibuatnya berantakan ... huhhhhh ... karena kecapekan aku jadi kesal dan berteriak ....
Duh, nak ... umi teriak kesal bukan karena umi tidak sayang adek ... umi kesal karena umi maunya adek jangan berantakin rumah dong ...
Ya ya ya ... seandainya keluguan mereka berdua mengerti dengan apa yang aku mau ( sebagai uminya ) pasti lah aku tidak perlu bersusah payah mengeluarkan energi untuk marah dan kesal dengan mereka. Tapiiiiii .... melihat keluguan mereka yang larut dalam lelap tidur mereka malam ini membuatku beruntung telah melalui kebersamaan sejak pagi bersama mereka. Mendengar ocehan, tawa mereka, tangis mereka, jeritan mereka yang dicampur dengan teriakan ku ... menjadi saat-saat yang sangat merindukan malam ini ... setidaknya harus menunggu sampai besok pagi ... untuk mendengar kembali kicauan si abang dan si adek.
Hmmm ... aku harus berjanji pada diriku sendiri, mulai besok pagi aku harus menjadi umi yang lebih super dibanding hari ini ... super sabar, super lembut, super teliti dan super baik ... demi si abang dan si adek ... n they will call me SUPER MOM ... :-)